Kamis, 14 Januari 2016

Kotak Koleksi Nomor 63-69


Mari bertemu dengan buku Buluk,
Buku Buluk merupakan istilah yang dipergunakan oleh teman-teman saya di Goodreads Indonesia untuk menyebutkan buku-buku lawas dalam kondisi yang kurang prima. Kertasnya sudah menguning, beberapa bagian ada noda atau bekas kena tekuk, ada lembar yang copot dan sebagainya. 

Maka, isi kotak nomor 64 dan 65 bisa dikategorikan buku buluk. Dilihat dari tahu terbitnya, sudah sangat tua, kondisinya sudah kurang terawat, begitu dipegang ada rasa gatal di tangan. Benar-benar buluk. Seputar buku Buluk di sini.

Tapi jangan salah, sering buku buluk lebih mahal dari pada buku baru. Sebagai contoh, LW dengan nomor 177 saya beroleh dari sebuah situs penjualan buku lawas dengan harga sekitar Rp 350.000-an. Padahal dengan uang sebesar itu saya bisa mendapatkan edisi baru dengan kertas dan desain yang ciamik. Biasanya semakin buluk buku, maka akan semakin mahal harganya. Sebagai bukti, pada salah satu situ ol, buku LW lawas ada yang dijual kurang lebih seharga Rp 3.000.000!

Buku-buku dalam kotak nomor 65 membuat saya bersyukur hidup pada zaman sekarang. Bayangkan jika saya harus pergi dengan membawa buku untuk dibaca selama perjalanan, tebal segitu gimana bawanya dan bacanya. Malah riweh ih.

Khusus untuk buku nomor 183, selain mengisahkan tentang LW, ada juga semacam keterangan mengenai hal lain terkait kisah yang ada di LW. Jadi selain mendapat hiburan, kita juga bisa mendapat ilmu mengenai banyak hal.

Perihal bahasa ternyata kadang juga menyusahkan. Kadang lho, jadi tidak selalu. Saat membeli LW nomor 188 dalam bahasa Perancis, saya agak bingung dengan judul dan isinya, maksudnya jika dilihat sekilas (ya iyalah emang bisa baca gitu ^_^).

Judulnya tidak sama dengan judul LW dalam versi bahasa Perancis yang lain. Tapi jika mempergunakan jasa penerjemah mbah  Google, artinya memang LW. Menilik nama penulis juga betul. Akhirnya dengan sok tahu menyimpulkan mungki ini sejenis guide book atau versi singkat LW. Karena memang unik pastinya segera masuk keranjang belanjaan. Apa lagi harganya masih terjangkau.  Lengkapnya di sini.

Saat sis Desca budiman bercerita bahwa ia membeli Dracula versi bahasa Rusia, langsung heboh seperti ada obralan buku (eh gitulah kurang lebih), maksudnya panik cantik hi hi hi. Langsung minta tolong apakah bisa ikutan pesan versi LW. Si penjual ternyata merespon dengan menawarkan tiga buah buku. Mau yang mana? Harga beragam, pesannya via email ke Desca. Tidak perlu ditanya langsung samber, ya semuanyalah. Tanggung ongkis kirim kalau cuman 1 *ngeles*

Begitulah, kadang koleksi diperoleh dengan cara yang tidak biasa. Kisah lengkapnya di sini.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar