Rabu, 13 Januari 2016

Kotak Koleksi Nomor 49-56


Kadang beberapa buku tidak seperti yang dikira. Isi kotak nomor 49 misalnya. Semula saya mengira ini adalah buku cetak dengan ukuran yang umumnya ada. Ternyata bukan. Harap maklum, konsentrasi saya ada harga, tahun terbit serta halaman sehingga sering tidak memperhatikan dengan baik informasi seputar ukuran buku.

Untuk buku dengan nomor 146-147, selain ukurannya berbeda, kertas yang dipergunakan juga berbeda. Buku ini ternyata termasuk dalam Print on Demand, dicetak sesuai permintaan. Kertas yang dipergunakan adalah kertas sejenis HVS biasa. Sepertinya malah lebih murah jika saya bawa ebook ke percetakan.

Setelah beberapa kali mengalami hal itu, saya jadi mendapat pencerahan. Bahwa penerbit  C akan menawarkan buku yang termasuk dalam Print on Demand. Sehingga ukuran buku dan kertasnya akan berbeda dengan yang biasa.

Dengan ujung kertas yang sengaja dibuat tidak rata, buku dari Penguin Books justru menawarkan bentuk yang berbeda. Setiap buku unik dengan caranya masing-masing.  Untuk seputar buku dari Penguin Classics Deluxe Edition, silahkan klik. 

Kadang butuh waktu lumayan lama serta proses panjang untuk mendapatkan sebuah buku. Karena belum memiliki versi cetak, maka beberapa ebook saya cetak dengan mempergunakan kertas serupa dengan kertas untuk novel. Kendalanya ada pada lebarnya halaman, karena umumnya dicetak dalam ukuran A4 serta kover. Beberapa versi ebook memang menyediakan kover, tapi ada juga yang tidak. Untuk yang tidak ada kover, saya mencoba membuat sendiri dengan memadukan beberapa kover dan tulisan.  Ketika sudah memiliki versi cetak, hasil cetakan ebook tetap disimpan.

Untuk koleksi dalam bahasa Arab, Belanda dan Portugis sebagai contoh. Sebelum memiliki versi bahasa Belanda yang mahal nian, saya terlebih dahulu memiliki versi ebook. Dengan mengeluarkan kocek yang lumayan murah, saya print versi ebook.  Kebetulan kover sudah ada sehingga lebih memudahkan lagi. 


Demikian juga dengan versi  bahasa Arab di kotak nomor 51 dan bahasa Portugis di kotak nomor 54,  hanya saja karena tidak tersedia kover, saya sengaja belum menjilidnya. Masih mencari gambar yang pas.  Tentunya masih bersemangat mencari versi buku cetaknya. Ternyata agak susah juga.

Versi cetak dalam bahasa Belanda akhirnya saya peroleh dari salah satu sahabat yang tinggal di Belanda sebagai barter dengan buku yang ia inginkan. Satu lagi kebetulan ada versi murah disalah satu situ ol. Murahnya juga tetap mahal sih hiksss. Apalagi isnya cuman seperti itu tidak beda jauh dengan hasil cetakan versi tukang cetak.


Menilik isi beberapa kotak ini, kita bisa melihat ada perkembangan model kover. Dari yang sangat sederhana hingga yang dibuat  ala masa kini dalam kotak 53. Dengan warna yang tidak biasa serta ilustrasi yang agak berbeda dengan yang lain. Buku ini terlihat menonjol di banding yang lain.

Salah satu koleksi yang paling saya suka ada di kotak nomor 55, LW dalam bahasa Armenian.  Ceritanya di sini. Selama ini membayangkan negara itu saja tidak pernah, begitu melihat versi bahasa ini di salah satu situs penjualan ol langsung memesan tanpa berpikir panjang. Untung harganya masih terjangkau. 

Salah satu keuntungan mengoleksi LW adalah bisa mengetahui aneka negara dan bahasa yang ada di dunia ini. Meski saya tidak bisa membaca huruf-huruf yang tercetak, ada sensasi tersendiri saja melihat aneka huruf yang membentuk kata. 

Sekedar mengulang, jika tidak tidak ada gambarnya maka kotak tersebut berarti kosong. Demikian juga dengan kotak nomor 56. Mesti disebutkan nomornya karena ternyata kotaknya kosong maka tidak ada yang bisa saya cantumkan ^_^.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar