Kamis, 14 Januari 2016

Kotak Koleksi Nomor 79-92


Coba simak buku nomor 213 di kotak penyimpanan nomor 80. Betul, buku dengan kover ungu dab tulisan kuning emas. Buku itu saya bawa dan pamerkan saat IRF 2015 yang lalu di Booth Little Women (memang ada yang lain ^_^). Pengunjung banyak yang tertarik, bahkan seorang cowok guanteng dalam arti sesungguhnya mendesak saya untuk menjual buku ini. Buat pacar yang suka baca klasik katanya. Wah maaf makin ngak mau jual saya, kalau buat si mas masih dipertimbangkan deh *modus*

Kita sebut saja buku ungu ya. Buku itu memang spektakuler. Selain mengusung warna yang tidak bisa, bahan kovernya juga bukan kertas biasa tapi semi kulit. Ukurannya juga lumayan besar, nyaris  satu per empat halaman koran.

Begitu halaman pertama dibuka, sudah menawarkan aneka ilustrasi dengan paduan warna yang cantik. Demikian juga pada bagian belakangnya. Sementara jika dilihat dari samping, pinggiran kertas berwarna ungu muda mengarah pink. Dengan ketebalan sebanyak 528 lembar, tentunya makin membuat warna tersebut terlihat. Cantik dan sangat cewek.

Buku ini sempat menjadi buku termahal dalam koleksi. Sebetulnya tidak mahal juga wong ini hadiah jadi bukan saya yang beli he he he. Tapi jika dilihat dari harga, jelas ini buku termahal. Kisah buku ungu ini, silahkan simak di sini

Sementara itu, terbitan tahun 1997 dengan warna hijau merupakan buku baru  paling murah yang saya beli. Mungkin karena tahunnya agak lama serta tidak begitu tebal makanya dijual murah. Ada yang mahal selangit ada yang luar biasa murah. Komplit sudah.

Buku dengan kover kuning di kotak nomor 81 juga saya temukan melalui salah satu situ penjualan buku antik. Sayangnya tidak bisa ditemukan data kapam buku itu terbit. Kadang, pemilik lama menuliskan sesuatu pada buku, itu bisa dijadikan perkiraan waktu terbit buku. 

Versi bahasa Korea dalam kotak nomor 84 sekarang yang termahal. Makanya saya tak yakin bisa memiliki lebih dari satu. Memang sangat bagus buku ini, dari ilustrasinya terutama. Ilustrasi dibuat dengan penuh warna ceria. Gambar juga dibuat semenarik mungkin. Ukuran buku memang agak tebal, tapi masih ramat untuk dibawa-bawa. Sepertinya mereka sangat memanjakan anak-anak dengan buku sehingga menerbitkan buku dengan ilustrasi indah.
Sementara versi bahasa Jepang di kotak nomor 88 justru saya peroleh sebagai hadiah oleh-oleh dari Abu dhabi.Ceritanya titip bahasa Arab eh malah masuk ke toko buku yangmejual buku import, jelas tidak akan ketemu. Malah ditawarinnya versi ini. Jodoh kadang aneh ya.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar