Selasa, 05 Januari 2016

My Little Women di IRF 2015

Sekedar untuk membagikan semangat mencintai dan mengoleksi buku, plus menjawab keraguan para sahabat mengenai kebenaran koleksi LW, pada IRF 2015 yang lalu My Little Women ikut meramaikan dengan membuka satu buah booth.

Booth nomer 9 berada bersebelahan dengan Blogger Buku Indonesia alias BBI yang menempati booth nomer 10 serta 11 . Sekat yang ada sengaja dibuka. Selain agar bisa tetap berinteraksi dengan akrab dengan member BBI lainnya (saya juga member BBI lho) hal itu dimaksudkan agar lebih luas dan memudahkan pengawasan. Trauma ada barang yang hilang tahun lalu.

Untuk IRF kali ini, koleksi LW yang dibawa berbeda pada tiap harinya. Untuk hari pertama adalah LW dengan kover ungu, LW bahasa Armenian, LW bahasa Jepang, LW bahasa China,LW tertua yang berusia 100 tahun lebih. Ada juga beberapa LW dalam bahasa Inggris. Untuk hari kedua yang dibawa adalah LW kover ungu, LW bahasa Armenian, LW 100 tahun lebih, serta LW berusia diatas 90 tahun. Tak ketinggalan mata uang yang memasang wajah Louisa May Alcott

Pemilihan LW berdasarkan pada keunikan serta perolehan. LW yang merupakan hadiah dari para sahabat sengaja dibawa untuk dipamerkan secara bergilir sebagai ucapan terima kasih atas kebaikan hatinya bersedia membantu melengkapi koleksi.

Awal booth dibuka, belum terlalu lama pengunjung. Posisi booth yang berdekatan dengan meja swap memberikan keuntungan plus kerugian he he he. Untungnya, mereka yang menunggu waktu bookwar serta acara misteri box sering mampir guna menghabiskan waktu. Ruginya, kadang ada yang sibuk bergerombolan sehingga menutupi buku yang dipamerkan. Begitulah, tidak bisa dapat semuanya khan ^_^

Agak siang baru mulai pengunjung ramai berdatangan. Apalagi melihat iming-iming hadiah buku tanpa perlu susah payah melakukan apapun. Serius! Mereka hanya perlu mengisi daftar hadir yang ada lalu mengambil undian yang disediakan. Beruntung bisa membawa buku pulang. Kalau tidak minimal ada pembatas buku unik atau paket serap lembab yang pastinya dibutuhkan untuk koleksi buku di rumah. Serunya lagi, jika mereka gagal mendapatkan buku, mereka boleh mencoba lagi dalam selang waktu 1 jam. Jangan ditanya berapa orang yang bolak-balik mencoba ^_^

Para sahabat juga mengambil kesempatan untuk ikut berfoto narsis. Umumnya buku yang dipakai sebagai pelengkap gaya adalah LW berwarna ungu atau buku yang berusia 100 tahun lebih. Gayanya ampuh deh, lupa umur. Ada yang sok serius, ada yang membuat jantung copot, beragamlah. Namanya juga ajang narsis, silahkan ekspresikan gayamu he he he

Oh ya, mungkin karena saya sudah meletakkan tulisan agar orang tidak sembarangan memegang buku, plus menyediakan sarung tangan dan hand sanitizer, justru pengunjung agak takut memegang buku. Ada yang tertarik tapi maunya dibantu membuka halaman. Baiklah.... pengunjung adalah raja he he he

Bukan apa-apa, selain menjaga buku mengingat usianya yang cukup tua, hal ini juga demi pengunjung sendiri. Tidak ada yang tahu berapa banyak orang yang sudah memegang buku itu sehingga tak terkira kuman yang ada di sana. Tentunya dengan memakai sarung tangan bahaya kuman bisa dikurangi. Dengan mempergunakan hand sanitizer setelah memegang buku tentunya bisa mengurangi  perkembangan kuman.

Buku yang paling banyak difoto halamannya adalah buku yang berusia 100 tahun. Pengunjung sangat penasaran bagaimana saya bisa mendapatkan buku itu. Butuh perjuangan serta keberuntungan untuk bisa mendapatkannya.

Meski sudah disebutkan bahwa ini hanya pameran koleksi, masih banyak yang bertanya harga JUAL koleksi saya. Ampun deh......! Tulisan   tidak dijual  harusnya saya buat ya. Meski sudah dijelaskan bolak-balik masih saja ada yang penasaran dan memaksa. Kalau tanya harga perolehan, harga beli buku itu saya jawab deh, dengan catatan jika tidak lupa.

Bahkan ada seorang cowok (untung guanteng jadi bikin sabar) yang maksa untuk menjual LW kover ungu yang super tebal. Memang warna dan bentuknya sangat girly sehingga menggoda. Konon, buku itu hendak ia hadiahkan untuk pacarnya yang menyukai buku klasik. Ya sama tho mas, itu buku juga hadiah dari yayang saya hiksss.  Saya sudah membantu dengan memberikan link penjual buku tersebut, bahkan yang bisa mengirim dalam waktu cepat. So sorry ya mas, seguanteng apapun wajahmu tak akan mampu memisahkan aku dari koleksi LW *dramaqueen* Beruntung juga pacarnya dapat cowok yang memahami hobi.


Untuk kesempatan kali ini,  saya mengandeng Amel salah seorang sahabat saya di dunia buku, Amel piawai  membuat aneka kerajinan tangan berbentuk rajutan. Beberapa dibentuk menjadi pembatas buku yang ciamik. Saya pikir pas sekali untuk mewakili kegiatan yang sering dilakukan oleh para gadis March diwaktu senggang, menjahit dan menyulam. Sepertinya ini bisa masuk kategori menyulam.

Dengan membawa berbagai hasil karyanya, Amel juga membantu saya menjaga booth. Maklum kadang kami sering kabur ke meja swap yang hanya selepeh dari tempat kami. Ternyata banyak juga yang tertarik pada buatannya. Malah ada yang minta diajari khusus. Wkwkwk saya tertawa melihat  Amel yang cuman bisa tersenyum kecut.

Seru!
Sayangnya saya gagal menggelar pelatihan manajemen perpustakaan dibooth My Little Women padahal sudah ada beberapa yang menyatakan diri ingin ikut. Harap maklum, cuaca yang tak menentu membuat sang pengajar mendadak tepar. Tapi masih ada lain waktu khan.


Sampai ketemu tahun depan....!


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar